SMK NUSA DIRGANTARA LOMBOK TENGAH

Mewujudkan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang berkualitas prima menuju standar internasional.

SMK PENERBANGAN NUSA DIRGANTARA LOMBOK TENGAH

Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya, unggul dalam iptek, imtaq dan mandir.

SMK NUSA DIRGANTARA LOMBOK TENGAH

Menjadikan SMK Unggulan dengan siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, disiplin, cerdas, terampil, profesional, fleksibel dan berkepribadian yang mantap serta terserap di dunia usaha dan dunia industri penerbangan.

SMK NUSA DIRGANTARA LOMBOK TENGAH

Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi pada era globalisasi.

SMK PENERBANGAN NUSA DIRGANTARA

Menghasilkan lulusan yang berwawasan kearifan lokal.

Thursday, December 17, 2015

Dasar Pesawat Terbang

Pesawat terbang, sebuah kendaraan yang digerakkan oleh motor yang dapat terbang diudara karena adanya dukungan reaksiudara terhadap sayapnya.Pesawat terbang adalah lebih berat dari udara, tidak sama seperti balon udara dan kapal terbang, yang lebih ringan dari udara. Pesawat terbang juga berbeda dari pesawat lain yang lebih berat dari udara seperti helicopter, karena mempunyai sayap yang tetap, mempunyai control kemudi, bagian-bagian yang dapat bergerak pada bagian sayap dan ekor yang memungkinkan untuk mengarahkan penerbangannya, dan juga motor/engine yang memungkinkan untuk terbang datar atau menanjak.


Pesawat terbang modern mulai dari Ultra light yang hanya berbobot sekitar 46 kg (100 pound) yang hanya membawa satu penumpang (seorang pilot saja) sampai pesawat jumbo jet yang mampu membawa sampai beberapa ratus orang dan mempunyai berat sekitar 454 metric ton.

Pesawat terbang digunakan untuk tujuan khusus. . Sekarang ini terdapat pesawat-pesawat yang dirancang hanya untuk mendarat didaratan, mendarat dilaut, amphibi dan pesawat yang dapat tinggal landas tegak lurus baru terbang mendatar seperti Sea Harrier yang dapat mendarat di landasan didarat atau mendarat di kapal induk.

BAGAIMANA PESAWAT TERBANG DAPAT TERBANG

Sebuah pesawat terbang dapat terbang karena sayapnya menimbulkan gaya angkat/lift, suatu gaya yang mendorong pesawat keatas ketika bereaksi dengan aliran udara yang mengalir padanya. Sayap mengatur aliran udara yang mengalir melaluinya. Bentuk sayap sangat berpengaruh terhadap kemampuan sayap menimbulkan gaya angkat/lift. Kecepatan maju/terbang dan sudut dimana sayap bertemu dengan aliran udara juga memberi tambahan terhadap lift yang ditimbulkan.

Sayap pesawat menekan udara yang mengalir melaluinya dan sebagai reaksi udara mendorong sayap keatas. Bila pesawat terbang datar atau menanjak,bagian depan dari sayap berada lebih tinggi daripada bagian belakangnya. Sudut yang dibentuk sayap dengan aliran udara disebut ANGLE OF ATTACK atau sudut serang.. Ketika sayap bergerak diudara sudut ini menekan aliran udara dibawahnya. Udara yang mengalir diatas sayap juga disalurkan kebawah ketika melalui bentuk bagian atas sayap. Semakin curam sudut serang akan menyebabkan semakin besar tekanan terhadap aliran udara yang melaluinya. Seorang sarjana fisika inggris yang bernama Isaac Newton dalam teory yang dikarangnya mengatakan Setiap ada aksi akan terjadi reaksi yang sama besarnya, (Hukum Newton yang ke- III ). Dalam hal ini karena sayap menekan udara kebawah, akan terjadi reaksi udara menekan sayap keatas, dan reaksi ini disebut Lift yang mendorong pesawat keatas.

Lift juga dijelaskan oleh seorang sarjana lain yang bernama Bernoulli yang menyatakan bahwa udara yang bergerak cepat tekanannya lebih kecil dibandingkan dari udara yang bergerak lambat. Udara yang bergerak pada bagian atas sayap akan lebih cepat
                                                        




dibandingkan aliran udara pada bagian bawah sayap.Ini dinyatakan dalam persamaan Bernoulli.


Lift adalah salah satu gaya , dari empat gaya yang bekerja pada pesawat terbang.Gaya-gaya lainnya adalah Weight/gaya berat, Thrust/gaya dorong, dan Drag/gaya hambat.
Weight/gaya berat adalah gaya yang berlawanan dengan lift. Gaya berat ini harus dapat diatasi oleh lift yang dihasilkan oleh sayap.Sebagai contoh, bila berat pesawat adalah 4,5 metric ton,maka lift yang harus dihasilkan harus lebih besar dari 4,5 metric ton agar pesawat dapat tinggal landas. Pesawat- pesawat modern sayapnya dirancang agar dapat menghasilkan lift yang besar dan dapat terbang tinggi serta jauh jarak tempuhnya.

Thrust atau gaya dorong menyebabkan pesawat dapat maju diudara. Daya ini dihasilkan oleh sistim propulsi/daya dorong yang dihasilkan oleh baling-baling yang digerakkan oleh motor baker atau juga gaya dorong yang dihasilkan oleh motor pancar gas/jet.

Gaya yang ke-empat adalah Drag. Drag timbul karena benda bergerak diudara, menyebabkan gesekan dan mencoba menyisihkan udara yang dilaluinya.Semakin besar bentuk suatu benda yang bergerak diudara, semakin besar pula drag yang dialaminya.Maka dalam ilmu aerodinamik, pesawat dibuat agar sedikit mungkin mengalami drag dan bentuk ini disebut aerodinamik agar mudah bergerak diudara.

Untuk mengatur keseimbangan dari keempat gaya ini adalah suatu tantangan bagi suatu penerbangan. Bila gaya dorong lebih besar dari drag maka pesawat akan laju terbangnya. Bila lift lebih besar dari weight, maka pesawat akan menanjak.Seorang pilot harus mengatur gaya-gaya ini apabila dia ingin turun atau naik,maju dengan cepat atau melambat.


BAGIAN-BAGIAN PESAWAT TERBANG

Hampir semua pesawat terbang mempunyai bagian-bagian seperti : Fuselage (badan pesawat), Wing (sayap), Tail ( Bagian ekor), Landing Gear ( alat pendarat),  Control Surfaces ( bidang-bidang kemudi) yang terpasang pada sayap dan bagian ekor.

Fuselage (badan Pesawat)

Fuselage adalah bagian utama cabin atau badan pesawat. Umumnya fuselage terdiri dari cockpit dan cabin. Cabin dirancang untuk membawa penumpang, barang atau keduanya. Fuselage juga tempat dari motor pesawt, bahan bakar, peralatan elektronik dan lain-lainnya.

Wing /Sayap

Semua pesawat terbang memiliki sayap. Ada beberapa pesawat yang hampir seluruhnya berupa sayap dengan cockpit kecil untuk tempat penerbang. Beberapa malahan hanya memiliki sayap yang kecil-kecil saja, dengan fuselage yang aerodinamis seperti pesawat angkasa luar/roket.

Sebelum abad 20, sayap terbuat dari rusuk-rusuk yang terbuat dari kayu dan bagian yang memanjang yang dibungkus kain khusus yang disebut fabric, dijahit dan kemudian disemprot dengan bahan pengeras agar kaku dan tegang. Bahan-bahan ini cukup ringan dan dapat dibuat cukup lebar agar dapat menimbulkan gaya angkat yang cukup besar.
Pada pesawat-pesawat yang pertama, rata-rata memiliki dua buah sayap atau bahkan tiga sayap yang disusun dari atas kebawah, yang diperkuat dengan cara rentangan kawat antara satu sayap dengan lainnya.Bentuk seperti ini cukup besar menimbulkan drag, sehingga para teknisi pesawat terbang mulai merancang pesawat terbang dengan hanya satu sayap saja (monoplane).

Setelah perang dunia pertama (1914 – 1918) , pesawat mulai dirancang dengan menggunakan baja dan aluminium dan dengan teknik terbaru maka dapat dihasilkan bukan hanya sayapnya saja yang terbuat dari gabungan baja dan aluminium, juga fuselagenya, sehingga dapat dipasangi alat pendarat, bahan bakar dan bahkan senjata.

Susunan Bagian Ekor

Kebanyakan pesawat terbang memiliki bagian ekor yang dipasang dibagian belakang dari fuselage, yang terdiri dari penyeimbang vertikal dan horizontal ( vertical and horizontal stabilizer), yang bebrbentuk sayap kecil dengan kemudi arah (Rudder) dan kemudi tinggi (elevator) Bagian ekor biasa disebut EMPENNAGE.

Stabilizer diperlukan agar pesawat terbang dapat terbang dengan stabil. Rudder digunakan untyuk membelokkan pesawat. Dalam membelok biasanya pesawat juga miring dalam gerakan membeloknya. Gerakan hidung kekanan dan kekiri biasa disebut gerakan YAW. Gerakan rudder dilakukan dengan menggunakan pedal pada bagian lantai yang didorong oleh kaki pilot. Elevator terletak pada bidang horizontal stabilizer untuk mengontrol gerakan naik dan turun atau disebut PITCHING, atau menggerakkan hidung pesawat  naik dan turun. Pilot menggerakkan pesawat naik/turun dengan menggunakan stick atau control column.

Alat pendarat (Landing Gear)

Pesawat terbang harus mempunyai alat pendarat atau landing gear. Pesawat-pesawat modern memiliki alat pendarat atau roda pendarat yang dilengkapi dengan ban, rem                                       
sesuai  kebutuhan. Ban Pesawat harus mampu menahan beban sampai diatas 454 metric ton dan dengan kecepatan kira-kira 322 km/jam (200 mph) ketika mendarat. Rem sering diperlengkapi dengan sistem anti skid untuk mengatasi bilamana landasan basah atau lapisan es.
Kebanyakan pesawat sekarang landing gearnya retracable atau dapat disimpan ketika telah tinggal landas. Hal ini mengurangi drag yang ditimbulkan aliran udara.

Komponen-komponen control

Pesawat terbang mempunyai gerakan-gerakan yang berporos pada tiga sumbu, yaitu sumbu longitudinal yang memungkinkan pesawat berguling kekiri atau kekanan yang diatur oleh kemudi yang dinamakan Aileron. Setiap bagian sayap, kiri dan kanan mempunyai sebuah aileron yang gerakannya berlawanan. Bila aileron kiri bergerak kebawah, aileron kanan bergerak keatas, sehingga pesawat dapat berputar pada umbu longitudinal. Sumbu berikutnya adalah sumbu vertical yang memungkinkan pesawat bergerak kekiri atau kekanan yang dikontrol dengan rudder. Rudder terletak pada bidang ekor tegak/vertical stabilizer. Sumbu berikutnya adalah sumbu lateral, sehingga pesawat dapat bergerak menukik atau menanjak, yang dikontrol oleh bidang kemudi elevator. Kemudi-kemudi ini disebut kemudi utama (Primary Control Surface). Pada pesawat-pesawatyang lebih modern, terdapat kemudi control tambahan yang disebut Secondary control surfaces yang terdiri dari Flaps, Slats, trim tab,spoiler dan speed brake. Flap dan slat digunakan selama take off dan landing untuk mendapatkan tambahan gaya angkat/lift pada wings dengan kecepatan rendah.Flaps dapat terletak di belakang atau didepan sayap.Leading edge slat biasa dipasang dibagian sayap depan sayap pada kecepatan rendah untuk merubah arah aliran udara pada sayap dan menambah lift. Flap juga sering digunakan untuk menambah drag dan memperlambat pesawat selama pendekatan untuk mendarat.

Trim tab adalah kemudi kecil yang dipasang pada kemudi utama. Digunakan untuk mengontrol dan menjaga agar arah pesawat tetap pada tujuan, tanpa menggerakkan kemudi utama, atau tepatnya sebagai kemudi halus.


Instrument

Penerbang pesawat bergantung pada instrument di cockpit untuk memonitor sistem pada pesawat terbang, untuk mengontrol pesawat dan bernavigasi.

Sistem instrument akan memperingatkan pilot tentang kondisi motor pesawat, sistem listrik pesawat,sistem hidraulik dan sistem bahan baker. Pada pesawat dengan piston engine, instrument digunakan untuk memonitor engine dan juga temperature gas buang, tekanan oli dan temperature. Pada motor jet, instrument memonitor kecepatan putar rotor compressor dan turbine, temperature dan aliran bahan baker.



-          5 –

Flight instrument, digunakan untuk memonitor arah, ketinggian, kecepatan dan sikap pesawat terbang. Instrument ini terdiri dari airspeed indicator,artificial horizon,altimeter,compass dan lain-lain.

Pesawat-pesawat juga memiliki instrument navigasi untuk membantu dalam navigasi pesawat.. Pesawat-pesawat modern sekarang banyak mengunakan navigasi satelit yang menggunakan computer. Sistim navigasi satelit ini disebut Global Positioning System (GPS), yang dikembangkan oleh tentara Amerika Serikat, yang sekarang digunakan juga oleh penerbangan sipil. Sistem ini mampu memandu gerakan pesawat sampai hanya beberapa meter saja, dengan ketepatan yang tinggi.Dalam kondisi cuaca buruk, dimana jarak pandangan  terbatas, pesawat mengunakan ILS ( Instrument Landing System) untuk memandu dalam pendaratan. Semakin modern sebuah pesawat, semakin kompleksistem intrumentasinya sehingga menambah keselamatan dan kenyamanan penerbangan.


Tenaga pendorong ( Propulsi)

Pesawat terbang menggunakan motor piston atau juga jet untuk sebagai tenaga pendorongnya. Pada pesawat yang kecil-kecil yang menggunakan piston engine, piston engine memutar propeller/baling-baling baik yang ditempatkan didepan atau dibelakang motor untuk menimbulkan daya dorongnya. Pada pesawat yang besar-besar, digunakan turbine engine, baik untuk memutar propeller melalui roda-roda gigi (gear box) atau menggunakan semburan gas panas untuk menimbulkan tenaga pendorong. Tenaga pendorong harus cukup besar untuk menggerakkan pesawat yang berat maju kedepan melalui aliran udara.

Pada awalnya pesawat menggunakan motor baker yang biasa disebut piston engine. Piston engine adalah motor yang rumit dengan pembuatan yang teliti dan tepat, tetapi dengan perkembangan teknologi penerbangan, kebanyakan pesawat sekarang menggunakan jet engine.

Turbine atau jet engine menggunakan prinsip teory Newton yang ketiga yang menyatakan bahwa bilamana ada aksi pasti timbul reaksi yang sama besar. Motor jet mengisap udara dari depan, memutarnya menggunakan beberapa tingkat compressor, dicampur dengan bahan baker, dibakar dan hasil pembakarannya menimbulkan gaya dorong kedepan melalui semburan kebelakang. Pada motor turbine gas, udara tetap merupakan kebutuhan utama untuk terjadinya proses pembakaran. Tanpa udara atau bilamana kepadatan udara menipis, maka daya dorong yang dihasilkan juga sedikit. Pada motor roket, yang digunakan pada penerbangan luar angkasa, maka roket membawa sendiri udara yang dibutuhkan untuk pembakaran dalam bentuk udara cair atau bahan baker padat.

Ada beberapa jenis jet engine. Yang paling sederhana adalah Ramjet yang menggunakan kecepatannya untuk mengisap/memasukan udara dengan kecepatan tinggi, tanpa
                                                                
menggunakan compressor. Jenis ini untuk menerbangkannya diperlukan bantuan untuk meluncurkannya pada ketinggian tertentu, atau melalui katapult agar didapatkan udara yang berkecepatan tinggi untuk pembakaran.

 Sistem Turbojet tetap berdasar pada Ramjet, namun untuk mendapatkan udara yang berkecepatan dan bertekanan digunakan beberapa tingkat compressor, sebuah ruang baker dan pipa gas buang. Udara diisap, dicampurdengan bahan baker, dibakar lalu dengan kuat disemburkan kebelakang sehigga pesawat terdorong kedepan.

Pada pesawat-pesawat modern, digunakan turbo fan jet, atau fan jet, yaitu dengan menambahkan sebuah fan yang cukupbesar pada bagian depan motor. Ketika berputar, fan ini mengisap sejumlah besar udara, sebagian kecil digunakan untuk proses pembakaran, sebagian besar disemburkan kebelakang. Kedua aliran udara, baik hasil semburan fan dan hasil proses pembakaran digabungkan menghasilkan daya dorong yang besar, namun kurang rebut (suara lebih halus daripada turbinjet murni)’

Ada juga motor jet yang digunakan untuk memutar propeller/baling-baling. Jenis ini disebut Turbo propeller atau Prop jet. Jenis ini digunakan bila diinginkan kecepatan pesawat sedang-sedang saja dengan ketinggian  dan kecepatan yang lebih rendah sampai sekitar 640 km/jam.

Jenis-jenis Pesawat Terbang

Banyak jenis pesawat terbang, antara lain : Pesawat yang mendarat didarat ( Land Plane), pesawat yang mendarat dilaut ( Sea plane), amphibi ( Dapat mendarat didarat dan juga diair) , Dapat tinggal landas dan mendarat secara vertical (Vertical take off and landing= VTOL), tinggal landas dan mendarat dengan landasan yang pendek ( Short take off and landing = STOL) dan pesawat luar angkasa (space shuttle) yang semuanya menggunakan technology yang hamper sama, yang membedakannya adalah kemampuan dan jarak jangkaunya.

Kelas-kelas Pesawat terbang

Pesawat-pesawat terbang dikelompokan dalam beberapa kelas antara lain, pesawat komersial, pesawat militer dan pesawat umum.

Pesawat komersial, digunakan untuk menghasilkan uang, dengan mengangkut penumpang, barang atau disewa. Pesawat jenis ini mampu membawa penumpang dalam jumlah ratusan, bahkan sampai 500 penumpang baik untuk jarak pendek atau jarak panjang.

Pesawat militer digunakan untuk keperluan militer, dan dikelompokan dalam jenis ; tempur, cargo, training dan pengamatan



-          7 –

Pesawat umum biasa digunakan bukan untuk tujuan komersil atau biasa juga disebut pesawat pribadi.

Kelas lain adalah pesawat yang digunakan untuk tujuan khusus, misalnya pertanian, olah raga, penyemprot hama, pemadam kebakaran hutan dan lain-lain.


SEJARAH PESAWAT TERBANG

Sebelum berakhirnya abad ke – 18, beberapa orang berkecimpung dalam mempelajari penerbangan. Salah satunya adalah seniman dari Italy yang bernama Leonardo da Vinci, yang selama abad 15 mempelajari cara burung terbang dan menciptakan sebuah mesin yang dapat berkepak, yang disebut ORNITHOPTERS. Penemuannya tidak diketahui sampai akhir abad ke-19, yang kemudian dijadikan sumber inspirasi bagi para teknisi.

Pesawat terbang yang pertama

Diantara tahun 1799 dan 1809, seorang bangsawan asal Inggris yang bernama Sir George Cayley menciptakan konsep pesawat modern. Dengan mengabaikan teori Ornithopter, dia merancang sebuah pesawat dengan sayap yang tetap untuk menimbulkan gaya angkat dan dengan menggunakan sejenis tenaga pendorong. Dia meletakkan dasar-dasar aertodinamik. Dia mendemontrasikan penemuannya dengan sebuah model pesawat luncur/glider. Pada tahun 1853, Cayley mendemontrasikan penerbangan luncur pertama dalam sejarah.

Pada tahun 1843, seorang berbangsa Inggris, William Samuel Henson, menerbitkan penemuannya dalam hak paten Aerial Steam Carriage. Henson membuat dasar-dasar pesawat terbang modern yang mempunyai sayap tunggal yang tetap, baling-baling, badan pesawat dan roda pendarat, dengan control kemudi berupa elevator dan rudder, Tenaga pendorongnya berupa mesin uap. Sekalipun memberi harapan yang besar, namun pesawat ini tidak sukses.

Pada tahun 1890, seorang insinyur berbangsa Perancis bernama Clement Ader, membuat pesawat terbang dengan bermesin tenaga uap dan membuat penerbangan yang benar-benar terbang, berpilot, yang merupakan pesawat terbang yang lebih berat dari udara. Tapi penerbangannya tidak bertahan lama, p[ada jarak 50 meter pesawatnya terhempas. Para penemu tetap berlomba untuk mewujudkan impiannya agar dapat terbang.
Diantara tahun 1891 dan 1896, seorang insinyur penerbangan Jerman bernama Otto Lilienthal membuat ribuan penerbangan yang sukses dengan menggunakan laying gantung ciptaannya sendiri. Dia membuat sebuah sayap dengan gantungan dimana dia mengendalikan pesawatnya dengan menggunakan tubuh dan kakinya kearah mana saja yang dia inginkan.Sayangnya dia meninggal dalam kecelakaan ketika layang gantungnya jatuh kebumi pada tahun 1896.






Seorang Amerika bernama Samuel Pierpont Langley selama beberapa tahun mempelajari mesin terbang. Langley mengawali penelitiannya pada tahun 1892 dengan pesawat tanpa pilot yang menggunakan mesin uap, dan pada tahun 1896 menerbangkan pesawat yang lebih berat dari udara. Dengan menggunakan sebuah katapult dari sebuah perahu di sungai Potomac dekat Quantico, Virginia. Namun pesawatnya tidak pernah sukses untuk membawa manusia, sehingga tidak dapat menjadi pelopor penerbangan seperti Wright bersaudara.


PENERBANGAN PESAWAT TERBANG YANG PERTAMA

Penerbang-penerbang Amerika pertama, Orville Wright dan Wilbur Wright dari Dayton, Ohio dinyatakan sebagai bapak penerbang yang berhasil menrbangkan mesin terbang yang lebih berat dari udara. Melalui ilmu tentang riset suara dan permesinan, bersaudara Weight , menggabungkan sifat-sifat kritis dan rancangan lain, sebuah mesin yang ringan tapi bertenaga kuat (kurang lebih 337k9/750 lb) sebuah transmisi dan baling-baling, sebuah sistem pengontrol pesawat, sebuah sayap dan rangka yang ringan tapi kuat.

Di Kitty Hawk, Carolina Utara, pada tanggal 17 bulan Desember tahun 1903, Orville Wright  berhasil melakukan penerbangan pertama dengan pesawat yang lebih berat dari udara dan bermesin yang disebut The FLYER. . Penerbangan pertamanya berhasil mencapai jarak 37 meter ( 120 kaki). Penerbangan keduanya bertahan selama 59 detik dan mencapai jarak 260 meter ( 852 kaki).Flyer yang ketiga yang dibuat pada tahun 1905 merupakan pesawat terbang yang benar-benar praktis. Pesawat ini dapat miring, berputar arah, membuat lingkaran, membuat angka delapan dan tetap diudara sampai bahan bakarnya habis, sekitar setengah jam.


Pada tahun 1908 Dua bersaudara Wright mendemonstrasikan pesawat terbangnya kepada Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Myer, Virginia.


Pada tahun 1909, bulan July tanggal 25, seorang Insinyur Perancis bernama Louis Bleriot menyeberangi selat Inggris dengan menggunakan Bleriot XI, sebuah pesawat rancangannya..
Pada tahun 1911, dengan menggunakan pesawat buatan Wright bersaudara,  Angkatan Darat Amerika mencoba menjatuhkan bom pertama melalui udara. 
BELAJAR TENTANG AIRCRAFT

    Dasar-Dasar Tentang Pesawat
    Dasar Pesawat Terbang

Perawatan Pesawat
Prinsip Kerja Sistem Pesawat
Electrical, Hydraulic, And Pneumatic Ground Supplies
Magneto
Komposit
Instrument-Instrument pesawat
Teknik Inspeksi
Gas Turbine Engine
Perawatan Pesawat
PERAWATAN PESAWAT UDARA

A. PERAWATAN PESAWAT
Setiap pesawat udara selama beroperasi pasti mempunyai jadwal untuk perawatan. Perawatan ini harus dilakukan karena setiap komponen mempunyai batas usia tertentu sehingga komponen tersebut harus diganti. Selain itu, komponen juga harus diperbaiki bila ditemukan telah mengalami kerusakan. Secara garis besar, program perawatan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu perawatan preventif dan korektif. Perawatan preventif adalah perawatan yang mencegah terjadinya kegagalan komponen sebelum komponen tersebut rusak. Sedangkan perawatan korektif adalah perawatan yang memperbaiki komponen yang rusak agar kembali ke kondisi awal.

Perawatan preventif dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

    Perawatan periodik atau hard time, merupakan perawatan yang dilakukan berdasarkan batas waktu dari umur maksimum suatu komponen pesawat. Dengan kata lain, perawatan ini merupakan perawatan pencegahan dengan cara mengganti komponen pesawat meskipun komponen tersebut belum mengalami kerusakan.
    Perawatan on-condition, merupakan perawatan yang memerlukan inspeksi untuk menentukan kondisi suatu komponen pesawat. Setelah itu ditentukan tindakan selanjutnya berdasarkan hasil inspeksi tersebut. Bila ada gejala kerusakan, komponen tersebut dapat diganti bila alasan-alasan teknik dan ekonominya memenuhi.
    Perawatan korektif dikenal pula dengan nama condition monitoring yaitu perawatan yang dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada suatu komponen, dengan cara memperbaiki komponen tersebut. Bila cara perbaikan tidak dapat dilakukan dengan alasan teknik maupun ekonomi, maka harus dilakukan penggantian.



Interval Perawatan Pesawat
Perawatan pesawat biasanya dikelompokkan berdasarkan interval yang sepadan dalam paket-paket kerja atau disebut dengan clustering. Hal ini dilakukan agar tugas perawatan lebih mudah, efektif dan efisien. Interval yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:

     Flight Hours§

Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah jam operasional suatu pesawat terbang.

     Flight Cycle§

Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah takeoff-landing yang dilakukan suatu pesawat terbang. Satu kali takeoff-landing dihitung satu cycle.

     Calendar Time§

Merupakan interval inspeksi yang dilakukan sesuai dengan jadwal tertentu.



Dari jumlah tugas perawatan atau inspeksi yang dilaksanakan, maintenance dapat dibagi dalam minor maintenance seperti transit check, before departure check, daily check, weekly check dan heavy maintenance seperti A-Check, B-Check , C-Check dan D-Check.
Minor maintenance:

     Transit Check§

Inspeksi ini harus dilaksanakan setiap kali setelah melakukan penerbangan saat transit di station mana pun. Operator biasanya memeriksa pesawat untuk memastikan bahwa pada pesawat tidak terdapat satu pun kerusakan struktur, semua sistem berfungsi dengan sebagaimana mestinya, dan servis yang diharuskan telah dilakukan.

     Before Departure Check§

Inspeksi ini harus dilakukan sedekat mungkin sebelum tiap kali pesawat berangkat beroperasi, maksimal dua jam sebelumnya.

     Daily Check (Overnight Check)§

Pemeriksaan ini harus dilakukan satu kali dalam jangka waktu 24 jam setelah daily check sebelumnya dilakukan. Setiap hari pesawat telah diprediksi akan ground stop minimal selama empat jam. Inspeksi ini mencakup pemeriksaan komponen, pemeriksaan keliling pesawat secara visual untuk mendeteksi ada atau tidaknya ketidaksesuaian, melakukan pengamanan lebih lanjut, dan pemeriksaan sistem operasional.

     Weekly Check§

Pemeriksaan ini harus telah dilakukan dalam tujuh hari penanggalan. Termasuk dalam inspeksi ini adalah before departure check.

Aircraft maintenance checks adalah periode pemeriksaan yang harus dilakukan pada pesawat setelah penggunaan pesawat untuk jangka waktu tertentu, digunakan sebagai parameter interval untuk heavy maintenance yang meliputi A-Check, B-Check, C-Check, dan D-Check.

    A Check — Dilakukan kira-kira setiap satu bulan. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan hingga 10 jam. Pemeriksaan ini bervariasi, bergantung pada tipe pesawat, jumlah siklus (takeoff dan landing dianggap sebagai siklus pesawat, atau jam terbang sejak pemeriksaan terakhir. Perawatan pesawat jenis ini hanya melakukan pemeriksaan pada pesawat terbang untuk memastikan kelaikan mesin, sistem-sistem, komponen-komponen, dan struktur pesawat untuk beroperasi. Untuk Boeing 737 Classic A-check dilakukan setelah 300 jam terbang, Airbus A340 setelah 450 jam terbang, Boeing 747-200 setelah 650 jam.
    B Check —Bergantung pada masing-masing jenis pesawat, pemeriksaan berkisar antara 9 hingga 28 jam ground time dan biasanya dilakukan kira-kira setiap lima bulan. Perawatan pesawat dalam skala kecil ini hanya meliputi proses pembersihan, pelumasan, penggantian ban apabila sudah aus, penggantian baterai, dan inspeksi struktur bagian dalam.
    C Check — Sebuah pesawat harus melakukan C-Check setelah 15-18 bulan. Bergantung pada tipe pesawat, pemeriksaan ini bisa memakan waktu 10 hari. Perawatan pesawat tipe ini merupakan inspeksi komprehensif termasuk bagian-bagian yang tersembunyi, sehingga kerusakan dan keretakan di bagian dalam dapat ditemukan. Untuk Boeing 737-300 dan 737-500, inspeksi ini dilakukan setiap 4.000 FH. Untuk Boeing 737-400 dilakukan setiap 4.500 FH. Sedangkan untuk Boeing 747-400 dilakukan setiap 6.400 FH dan Airbus A-330-341 dilakukan setiap 21 bulan.
    D Check — Inspeksi ini biasa disebut overhaul. Pemeriksaan jenis ini adalah perawatan yang paling detail, untuk pesawat Boeing 737-300, 737-400 dan 737-500, inspeksi ini dilakukan setiap 24.000 FH. Sedangkan untuk Boeing 747-400 dilakukan setiap 28.000 FH dan untuk Airbus A-330-341 dilakukan setiap 6 tahun. Pada pengecekan jenis ini pesawat diinspeksi secara keseluruhan, biasanya memakan waktu 1 bulan.


MAINTENANCE PESAWAT UDARA

Sepertinya kecelakan pesawat tengah menjadi isu terhangat belakangan ini. Bahkan shoutbox saya pun ikut terkena wabahnya. Saya coba menulis sedikit, meski sebenarnya ingin rehat dulu karena sedang musim ujian. Tapi harapannya tulisan ini bisa menjadi sedikit gambaran tentang transportasi udara kita dan perawatan pesawat yang seharusnyadilakukan.
Belakangan ini kecelakan pesawat secara beruntun terjadi. Baik yang menelan korban jiwa maupun tidak. Padahal, sebenarnya pesawat adalah alat transportasi yang paling aman. Artinya, semuanya dilakukan sesuai prosedur. Setiap kondisi juga ada prosedur keselamatannya. Contohnya, pesawat udara dibuat dapat melakukan terbang menanjak (climbing) dengan satu mesin. Jika satu mesin mati saat takeoff, ada prosedur keselamatan: pilot membatalkan takeoff jika pesawat belum mencapai v-one (kecepatan saat mulai rotate) atau takeoff tetap dilanjutkan jika satu mesin mati setelah melewati v-one. Landasan pacu pun harus dibuat 1.5 kali lebih panjang dari ukuran yang dibutuhkan.
Lalu mengapa saat ini transportasi udara kita kerap mengalami musibah? Bukan soal mudah untuk menjawabnya. Tidak hanya soal teknis dan engineering saja, tapi juga menyangkut soal politik, ekonomi, dan bisnis tentu saja. Secara teknis, perawatan pesawat adalah harga mati yang tidak boleh ditawar. Tapi lain hal jika ditinjau dari segi bisnis atau politik.
Secara umum, perawatan pesawat meliputi dua kegiatan: Inspection (pemeriksaan) dan Repair (perbaikan). Subjek perawatan pesawat itu sendiri meliputi perawatan struktur, perawatan interior, perawatan sistem dasar pesawat, perawatan sistem misi, dan perawatan sistem propulsi. Setiap pedoman pelaksanaan perawatan pesawat ini telah tertilis di buku panduan Maintenance Manuals dari setiap jenis pesawat.
Di shoutbox ada yang menanyakan, berapa periode pemeriksaan semua item komponen pesawat? Pada dasarnya, perawatan pesawat dilaksanakan dalam beberapa periode mulai yang paling ringan sampai perawatan besar.
Pemeriksaan Periodik ( Rutin )
Perawatan ini lazim disebut “walk arround check” karena pemeriksaannya dilakukan disekitar pesawat maupun di hangar. Perawatan ini meliputi :

·         Preflight Check : pemeriksaan sekeliling pesawat sebelum pesawat direlease untuk terbang. Semua persyaratan operasional sistem dan keamanan diperiksa secara rinci dan melalui check list formal dan dokumentasi.
·         Daily Check : dilaksanakan satu kali sehari dan diutamakan pada sistem tekanan udara kabin serta kualitas oli sistem propulsi.
·         Overnight Check : Dilaksanakan malam hari didalam hangar, diutamakan pada landing gear dan sistem pengereman serta ada tidaknya FOD ( Foreign Object Damage ).
·         Transit Check : Dilaksanakan satu kali dalam 50 flight hours untuk memeriksa sistem interior kabin dan penampilan pesawat.
A-Check
Pemeriksaan bagian dalam dan luar pesawat untuk meyakinkan kelayakan terbangnya. Pada periode ini dilaksanakan pada komponen-komponen penting. Inspeksi juga dilakukan pada Aircraft Flight Log (AFL), sistem Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada blackbox. Periode A-check adalah 200 jam terbang untuk pesawat kecil dan 550 jam terbang untuk pesawat besar.
B-Check
Dilakukan setiap enam bulan sekali, meliputi kegiatan pembersihan, penambahan librikasi, hidroulik, penggantian baterai dan lampu external.
C-Check
Pemeriksaan komprehensif dengan melepas komponen-komponen utama seperti engine, propeller, landing gear dan sebagainya. Periodenya setiap 2000 jam terbang untuk pesawat kecil dan satu tahun untuk pesawat besar.
D-Check
Pemeriksaan komprehensif pada struktur pesawat untuk medeteksi adanya keretakan dan kelelahan struktur serta kerusakan lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan di hangar pesawat dimana struktur utama pesawat seperti wing. empenage, control surface dilepas.
Seperti itulah kira-kira perawatan periodik (termasuk preventif) yang harus dilakukan. Tentu saja masih ada perawaran korektif untuk mengatasi kegagalan memdadak.
Sedikit cerita, akhir pekan kemarin saya jadi panitia temu alumni. Sayangnya saya berada dibagian keamanan jadi tugas dilapangan. Tapi saya sempat masuk ruangan dan menyimak diskusi. Ternyata para alumni-alumni itu antara lain calon orang nomor satu di dirjen perhubungan udara , mantan ketua flight test N250 yang juga menjadi ketua BPPT pertama selain menristek dan hadir pula tokoh paling senior dalam hal investigasi kecelakaan pesawat di Indonesia. Siapa mereka, ah pasti Anda sudah tahu.
Banyak hal yang terungkap disana, yang tidak pernah saya dapat di televisi. Tentang kejayaan IPTN (dulu) meraih sertifikasi internasional yang tak pernah diekspos media dan sebagainya. Soal kecelakaan pesawat, mungkin kita tidak pernah tahu apa penyebab kecelakaan pesawat yang telah terjadi di Indonesia. Tapi bukan berarti penyababnya belum diketahui. Mungkin saja Menteri Perhubungan sudah mendapat laporan. Tapi dia punya pilihan, mengatakan kepada publik dan menbiarkan maskapai bersangkutan bankrut serta wajah reputasi transportasi penerbangan nasional tercoreng atau sebaliknya. Saya tidak tahu.
Akhir kata, saya kutipkan kata-kata Ricard Faynmen (fisikawan yang menjadi investigator kecelakaan Challenger di Colombia): “for a succesful technology, reality must take precedence over public relations, for NATURE cannot be fooled”

TEORI DASAR PESAWAT TERBANG

Seorang beginner / pemula harus memahami konsep dasar terbang. Sebenarnya teori-teori tentang fisika penerbangan banyak buku yang membahasnya. Namun sering terjadi antara buku yang satu dengan buku yang lain terjadi konfik dan adu argument sendiri tentang bagaimana sebenarnya pesawat bisa terbang. Tapi dari semua buku yang ada, saya menemukan satu prinsipal yang bisa di terima tentang bagaimana daya angkat pada pesawat bisa terjadi, yaitu dengan terjadinya tekanan udara dibagian bawah pesawat yang lebih besar daripada tekanan yang berada di atas sayap.
Lift Diagram menunjukan beberapa bagian bagian dasar dari sebuah sayap. basic basic ini juga berlaku pada pesawat remote control
Airfoil :
ada 4 gaya utama yang terjadi pada waktu pesawat dalam kondisi terbang : thrust, lift, drag dan weight.
thrust terjadi karena kombinasi mesin dengan propller yang menyebabkan pesawat bergerak maju.
drag merupakan gaya hambatan yang terjadi pada waktu pesawat bergerak maju.
weight merupakan gaya berat yang terjadi karena pengaruh grafitasi
untuk menjaga agar kecepatan tetap konstan, maka antar gaya thrust dan drag harus sama.
untuk menjaga ketinggian pesawat gaya lift dan weight harus sama

Lift bertambah tergantung oleh bertambahnya kepadatan udara yang melintas dibawah sayap,atau karena pertambahan angle of attack selama aliran udara yang melewati sayap tetap mulus. Pesawat di katakan terbang dengan baik apabila antara gaya angkat (lift) dan berat sama (weight)
pada pesawat, selain gaya gaya yang terjadi di atas, terdapat pula 3 gaya tambahan yang terjadi akibat perubahan gari pergerakan sistem kendali pesawat. the yaw atau vertical axis terjadi karena rudder, the pitch atau lateral axis terjadi karena elevator, dan the roll atau longitudinal axis terjadi karena ailerons. gaya yang terbentuk baik secara individual ataupun gabungan, akan menyebabkan perpindahan atau perubahan arah pesawat.
ketika rudder bergerak ke kanan, maka pesawat akan bergerak berputar ke kanan.
ketika elevator bergerak naik, maka pesawat akan bergerak menambah ketinggian
Aileron bergerak berkebalikan, ketika aileron kiri bergerak naik, maka aileron kanan bergerak turun, dan pesawat akan berbesok ke kiri.Bentuk sayap ketika di lihat dari samping. biasanya berbentuk seperti tetes air
angle of attack : Sudut pada sayap untuk membelah udara pada saat terbang, semakin sudut bertambah akan semakin mengapung tapi akan menghasilkan hambatan pada laju pesawat sesuai dengan sudut yang digunakan.
Chord Line : garis antara the leading edge dan the trailing edge pada airfoil
Direction of Flight : arah terbang sayap pada waktu di udara.
Leading Edge : bagian ujung muka pada sayap
Trailing Edge: bagian ujung belakang pada sayap

pelajari lebih lanjut klik disini.

Tuesday, September 8, 2015

PENGELOLAAN BANDAR UDARA

PENGELOLAAN BANDAR UDARA

Didirikan pada tanggal 20 Februari 1962 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1962 dengan nama Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran yang mempunyai tugas pokok sebagai pengelola dan pengusahaan bandar udara Internasional Kemayoran Jakarta.
Pada tanggal 17 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1965 Pemerintah merubah nama PN Angkasa Pura ”Kemayoran” menjadi PN Angkasa Pura dengan maksud untuk lebih membuka kemungkinan mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia.
Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 1987 tanggal 19 Mei 1987 nama Perusahan Umum (PERUM) Angkasa Pura dirubah menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Angkasa Pura I, hal ini sejalan dengan dibentuknya Perusahaan Umum (PERUM) Angkasa Pura II yang secara khusus diberi tugas untuk mengelola bandar udara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1992 bentuk Perusahaan Umum (Perum) Angkasa Pura I dirubah menjadi Perusahaan Angkasa Pura I (Persero) dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH tanggal 3 Januari 1993 dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman dengan keputusan Nomor C2-470.HT.01.01 Tahun 1993 tanggal 24 April 1993 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 52 tanggal 29 Juni 1993 dengan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 2914/1993.
Pada tanggal 24 Oktober 1974 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 1974 Pemerintah merubah status badan hukum Perusahaan dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perusahaan Umum (Perum).
Pada tanggal 1 Oktober 1985 bandar udara Internasional Kemayoran ditutup dan mengalihkan seluruh kegiatan operasinya ke bandar udara Soekarno-Hatta.
Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 14 Januari 1998 dan telah diaktakan dengan akta Notaris Imas Fatimah, SH Nomor 30 tanggal 18 September 1998. Perubahan Anggaran Dasar telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia Nomor C2-25829.HT.01.04 Tahun 1998 tanggal 19 November 1998 dan dicantumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 50 tanggal 22 Juni 1999 dengan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 3740/1999.
AIRPORT CITY – MASA DEPAN INDUSTRI PENGELOLA JASA KEBANDARUDARAAN
Pada periode tahun 1950-1970, fungsi bandara hanya sebagai fasilisator penerbangan yang melayani jasa air traffic operations dengan menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk penerbangan. Pada perkembangan periode 1970-1990 bandara telah mengembangkan operasinya menjadi penyedia layanan penuh bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan dengan menyediakan berbagai layanan publik termasuk restoran dan tempat belanja. Mulai tahun 1990-an model bisnis bandara telah bertransformasi.
ANGKASA PURA SEBAGAI PENGELOLA BANDARA
1.      Angkasa Pura
2.       Angkasa Pura I
3.      Angkasa Pura II
4.      Bandara Adisumarmo di Surakarta
5.       Bandara Adisutjipto di Yogyakarta
6.       Bandara Ahmad Yani di Semarang
7.      Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
8.      Bandara El-Tari di Kupang
9.       Bandara Frans Kaisiepo di Biak
10.   Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta
11.  Bandara Hasanuddin di Makassar
12.  Bandara Husein Sastranegara di Bandung
13.  Bandara Juanda di Surabaya
14.  Bandara Makassar Air Traffic Service Center (MATSC)
15.   Bandara Minangkabau di  Padang
16.  Bandara Ngurah Rai di Bali
17.   Bandara Pattimura di Ambon
18.   Bandara Polonia di Medan
19.  Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang
20.   Bandara Sam Ratulangi di Manado
21.  Bandara SBU Warehousing di Sepinggan Balikpapan
22.  Bandara SBU Warehousing Sultan di Hasanuddin Makassar
23.   Bandara Selaparang di Mataram
24.  Bandara Sepinggan di Balikpapan
25.  Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang
26.   Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh
27.  Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang
28.  Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekan Baru
29.   Bandara Sultan Thaha di Jambi
30.  Bandara Supadio di Pontianak
31.  Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin
Pengelolaan bandara di Indonesia selain ditangani Departemen Perhubungan, Pemerintah juga menyerahkan sebagian bandara untuk di kelola PT (Persero) Angkasa Pura. PT. (Persero) Angkasa Pura adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara di bawah Departemen Perhubungan yang bergerak di bidang pengelolaan dan perusahaan bandar udara di Indonesia.
Bandara pada zaman sekarang tidak saja sebagai tempat berangkat dan mendaratnya pesawat, naik turunnya penumpang, barang (kargo) dan pos, namun bandara telah menjadi suatu kawasan yang begitu penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah disekitar, karena itu penataan ruang dan kawasan menjadi sangat penting bagi daerah-daerah disekitar bandara.
Pengelolaan bandara merupakan salah satu unsur yang menarik dan perlu diperhatikan. Bandara sebagai penghubung antara dunia internasional dengan dalam negeri merupakan hal yang wajib dikelola secara professional. Bandara / bandar udara mencakup suatu kumpulan aneka kegiatan yang luas dengan berbagai kebutuhan yang berbeda dan sering bertentangan. Bandara merupakan terminal tentunya.
Definisi terminal adalah suatu simpul dalam sistem jaringan perangkutan. Oleh karena itu bandara dapat kita samakan dengan terminal, yang mempunyai fungsi pokok sebagai tempat :
1.      Sebagai pengendali dan mengatur lalu lintas angkutan udara dalam hal ini adalah pesawat.
2.      Sebagai tempat pergantian moda bagi penumpang.
3.      Sebagai tempat naik atau turun penumpang dan bongkar muat barang/muatan.
4.      Sebagai tempat operasi berbagai jasa seperti: perdagangan, fasilitas umum, fasilitas sosial,   fasilitas transit, promosi, dan lain-lain.
5.      Sebagai elemen tata ruang wilayah, yakni titik tumbuh dalam perkembangan wilayah.
Dalam melakukan pengelolaan bandara yang baik tentunya harus didasarkan pada usaha yang efektif dan efisien. Efektif dan Efisien adalah dua konsepsi utama untuk mengukur kinerja pengelolaan / manajemen.
*      Definisi efektif adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu juga dapat disamakan dengan memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau cara/metoda yang tepat untuk mencapai tujuan.  [Handoko, 1998; 7]
Efektif ini dalam pengelolaan bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :
1.      Kapasitas Mencukupi. Dalam artian prasarana dan sarana cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa.
2.      Terpadu. Dalam artian antarmoda dan intramoda dalam jaringan pelayanan saling berkaitan dan terpadu.
3.      Cepat dan Lancar. Dalam artian penyelenggaraan layanan angkutan dalam waktu singkat, dengan indikasi kecepatan arus per satuan waktu.
*      Definisi efisien adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan benar, memperoleh keluaran (hasil, produktivitas, kinerja) yang lebih tinggi daripada masukan (tenaga kerja, bahan, uang, mesin, dan waktu) yang digunakan meminimumkan biaya penggunaan sumber daya untuk mencapai keluaran yang telah ditentukan, atau memaksimumkan keluaran dengan jumlah masukan terbatas. [Handoko, 1998; 7]
Efisien ini dalam pengelolaan bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :
1.      Biaya terjangkau. Dalam artian penyediaan layanan angkutan sesuai dengan tingkat daya beli masyarakat pada umumnya dengan tetap memperhatikan kelangsungan hidup usaha layanan jasa angkutan.
2.      Beban publik rendah. Artinya pengorbanan yang harus ditanggung oleh masyarakat sebagai konsekuensi dari pengoperasian sistem perangkutan harus minimum, misalnya: tingkat pencemaran lingkungan.
3.      Memiliki kemanfaatan yang tinggi. Dalam artian tingkat penggunaan prasarana dan sarana optimum, misalnya: tingkat muatan penumpang dan/atau barang maksimum.
Selain itu juga ada faktor lain yang mempengaruhi juga untuk mengukur kinerja pengelolaan / manajemen agar berkualitas baik yaitu ke-andalan bandara tersebut.
*      Definisi andal adalah pelayanan yang dapat dipercaya, tangguh melakukan pelayanan sesuai dengan penawaran atau “janji”-nya dan harapan/ tuntutan konsumen.
Andal ini dalam pengelolaan bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :
1.      Tertib. Dalam artian penyelenggaraan angkutan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku di masyarakat.
2.      Tepat dan Teratur. Berarti dapat diandalkan, tangguh, sesuai dengan jadwal dan ada kepastian.
3.      Aman dan Nyaman. Dalam artian selamat terhindar dari kecelakaan, bebas dari gangguan baik eksternal maupun internal, terwujud ketenangan dan kenikmatan dalam perjalanan.
Bandara sebagai suatu simpul dari suatu sistem transportasi udara dewasa ini memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu pintu gerbang negara dari negara lain. Selain itu juga bandara merupakan salah satu infrastruktur transportasi yang wajib ada dalam setiap negara ini sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena setiap waktu terjadi pergerakan lalu-lintas pesawat yang datang dan pergi ke atau dari sebuah bandar udara baik dari dalam maupun luar negeri, yang meliputi data pesawat, data penumpang, data barang angkutan berupa cargo, pos dan bagasi penumpang yang tentunya hal ini berarti terjadi aktivitas ekonomi.
Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur bandara tentunya hal yang mutlak dan wajib dilakukan oleh operator bandara agar terjadi kelancaran dalam kegiatan yang berlangsung dibandara tersebut. Hal yang perlu dicermati adalah cara pengelolaan bandara tersebut harus sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dalam pengelolaan dan pemeliharaan yaitu efektifitas, efisien, dan andal.  Dimana dengan menerapkan hal tersebut, maka bandara tersebut agar sesuai kualitasnya dengan standar internasional.
Bandara dewasa ini memiliki peran sebagai front input dari suatu rantai nilai transportasi udara, dituntut adanya suatu manajemen pengelolaan barang maupun manusia yang aman, efektif, dan efisien sesuai standar yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu sangat dituntut adanya kebijakan umum yang sanggup menjamin terwujudnya tata manajemen bandara yang paling efisien, efektif dan andal dalam pengelolaannya.
VISI
·         Menjadi perusahaan pengelola bandar udara kelas dunia yang memberikan manfaat dan nilai tambah kepada stakeholder.
MISI
·         Menyediakan pengusahaan jasa kebandarudaraan melalui pelayanan yang memenuhi keamanan, keselamatan dan kenyamanan
·         Memberikan pengalaman suasana kebandarudaraan yang berkesan bagi pengguna jasa.
·         Meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan pegawai.
·         Mendukung peningkatan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.


Definisi terminal adalah suatu simpul dalam sistem jaringan perangkutan. Oleh karena itu bandara dapat kita samakan dengan terminal, yang mempunyai fungsi pokok sebagai tempat :
1.      Sebagai pengendali dan mengatur lalu lintas angkutan udara dalam hal ini adalah pesawat.2.      Sebagai tempat pergantian moda bagi penumpang.3.      Sebagai tempat naik atau turun penumpang dan bongkar muat barang/muatan.4.    Sebagai tempat operasi berbagai jasa seperti: perdagangan, fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas transit, promosi, dan lain-lain.5.      Sebagai elemen tata ruang wilayah, yakni titik tumbuh dalam perkembangan wilayah

Secara umum, pengelolaan bandar udara harus memiliki sarana dan prasarana minimal, yaitu landasan pacu pesawat yang memenuhi syarat (runway), menara pengontrol lalu lintas udara (air traffic control), dan gedub=ng terminal (terminal building). Berdasarkan area, bandara dapat dikelompokan menjadi dua bagian, ialah sisi darat (land side) dan sisi udara(air side)

Pengumuman Calon Peserta Bimtek Online Geogebra 3 PPPPTK Matematika

Berdasarkan hasil seleksi kami umumkan calon peserta Bimtek online Geogebra angkatan ke-3 sebagai berikut:

No Nama Lengkap Sekolah/Instansi Kab/Kota
1 Abd Rahman M, S.Pd SMP Negeri 1 Bantaeng Bantaeng
2 Abdul Azis Faizal, M.Pd SMP N 3 Sungguminasa Gowa
3 Abdul Karim, M.Pd. SMPN 4 Cibadak Kab. Lebak Lebak
4 Achmad Farisyull Haq SDN Pondok Labu 01 Pagi Jakarta
5 Achmad Fuad Sholeh SMP N 1 Gunem Rembang
6 Achmad Muslim, M.Si MA Negeri 12 Jakarta Jakarta Barat
7 Achmad Zaeni Mukhlis SMPN 6 Tanggul Jember
8 Ade Liyana SMAN 1 Kibin Serang
9 Agung Hariyadi SMA N 1 Tahunan Jepara Jepara
10 Agus Dedi SMPN 1 Cimahi Cimahi
11 Agus Sukamto SDN Prawoto 02, Pati
12 Agus Windyarto SMK Global Persada Jakarta Barat
13 Ahmad Rifani, S.Pd SDN Jawa 2 Banjar
14 Ahmad Syairozi SMP AL Hikmah Surabaya
15 Akhmad Fathan SMP ISLAM AL-AZIZ Sampang
16 Akhmad Riyanto, S.Pd SMK Negeri 2 Kebumen Kebumen
17 Akhmad Sahlan, S.Pd SMP Negeri 1 Sidayu Gresik
18 Alfa Kristanti SMPN 3 Kalibagor Kab. Banyumas
19 Alfizar Nur SMAN 1 Woyla Barat Aceh Barat
20 Alirman, M.Pd SMA NEGERI 1 MANDAH Indragiri Hilir
21 Amali SMP NEGERI 2 SELESAI Langkat
22 Amin Kusasi S.Pd.Mat. SMK Negeri 1 Sanggau Sanggau
23 Amin Mustoha, S.Pd. SMP 1 JEKULO KUDUS Kudus
24 Amirullah, S.Pd.,,M.Pd. SMPN 1 BINAMU Jeneponto
25 Andi Bakhtiar Fransiska Sma Negeri 1 Cinangka Kab Serang
26 Andi Rusdi SMP Negeri 6 Parepare Parepare
27 Andry Fatthurachman H SMP Assalaam Bandung Kota Bandung
28 Apriyanti Arifin SMA 1 Sragi Kab. Pekalongan
29 Ardiliansyah, S.Pd., M.Pd SMA PLUS N 2 BA.III Banyuasin
30 Arfianti Lababa,M.Pd SMP Negeri 4 Kotamobagu Kota Kotamobagu
31 Arif Rakhman, S.Pd SDN Bandar 03, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang Batang
32 Arik Murwanto UPT SMKN 1 Pasuruan Kota Pasuruan
33 Aris Haryanto SD N Muncar 02 Kab. Semarang
34 Arnida Marsuki, S.Pd. SMKN 1 WATANSOPPENG Soppeng
35 Arum Dyah Ripdianti Sd Muhammadiyah Program Unggulan Colomadu Karanganyar
36 Asep Dudi Badrudin, S.Pd Mtsn DADIHARJA Ciamis
37 Asih Pujiariani SDN 2 Banaran Temanggung
38 Asnawi,S.Pd SMP Negeri 2 Ma’rang Pangkep Sulawesi Selatan Pangkajene Kepulauan
39 Asnawi,S.Pd SMA 1 Doro Kabupaten Pekalongan Pekalongan
40 Asrawarsita, S.Si SMAN 1 PANGSID Sidrap
41 Bahrul Ulum,S.Pd. SD Islam Tompokersan Lumajang Lumajang
42 Basuki, S.Pd SD N SOROYUDAN Magelang
43 Beben Dian Subandi SMA Negeri 1 Kibin Serang
44 Budi Siswoyo, S. Pd SMP NEGERI 4 TANJUNG MORAWA Deli Serdang
45 Burhan Mustaqim SMK MUHAMMADIYAH 3 Karanganyar Karanganyar
46 Ceket Palupi Suroso SMP Batik Surakarta Surakarta
47 Darto SMAN 1 GUNTUR DEMAK Demak
48 Darum Budiarto,S.Pd SMA NEGERI 1 BULA Seram Bagian Timur
49 Deddy Suharja SMPN 1 Babelan Bekasi Bekasi
50 Deny Ella Herawati, S.Pd SMP NEGERI 2 PUHPELEM WONOGIRI Wonogiri
51 Desy Arnita Dewi, S.Pd., M.Sc MAN 2 Model Banjarmasin Banjarmasin
52 Didi Pianda, St SMK NI 1 LHOKSEUMAWE Lhokseumawe
53 Dodik Hariyadi, S.Pd.Sd. SDN VI Jengglungharjo Tulungagung
54 Drs. Andi Syamsuddin SMPN 8 Kota Sukabumi Kota Sukabumi
55 Drs. H. Sahrom SMA Negeri 4 Bogor Bogor
56 Drs. H. Syarifuddin, M. Pd. SMPN 1 Binamu Kab. Jeneponto Jeneponto
57 Drs. Suminto SMP BPK PENABUR TASIKMALAYA Kota Tasikmalaya
58 Dudi Wahyudi, S.Pd SMAN 1 RANGKASBITUNG Lebak
59 Dwi Andrianto SDN 2 SURODIKRAMAN Ponorogo
60 Dwi Titik Irdiyanti,S.Si,M.Pd Smk N 2 SURAKARTA Surakarta
61 Edi Susanto SMP LEMATANG LESTARI Muara Enim
62 Eko Budiana Mts N KALENG PURING Kebumen
63 Eman Hernawan, S.Pd. SMAN 1 Ciwaru Kuningan
64 Endah Purwati, S.Pd. SMA Negeri 2 Blitar Kota Blitar
65 Endang Kusumaningtyas, S.Pd SMP Negeri 2 Kota Pasuruan Kota Pasuruan
66 Euis Kurniawati, S.Pd. SMPN 1 Tambakdahan Subang
67 Fajar Wahyu Hidayat SMP Pancasila Kota Pasuruan
68 FARIDA NUR RAHMAWATI, S.Pd SMK Negeri 1 Temon Kulon Progo
69 Fikri Apriyono, S.Pd SMPN Darsono Jember
70 Florentina Indiastuti SMP Bruderan Purwokerto Banyumas
71 GHUFRON,S.Pd MIN KECANDRAN SALATIGA Salatiga
72 HANIF EVENDI, S.Pd SMP Muhammadiyah Kragilan Serang
73 HARI WAHJONO SMAN 1 Kejayan Pasuruan Pasuruan
74 Harpinto SMA N 4 Banjarmasin Banjarmasin
75 HERU WAHYUDI SMP NEGERI 4 JEMBER Jember
76 Hj. ETI HERAWATI, M.Pd SMP NEGERI UNGGULAN SINDANG INDRAMAYU Indramayu
77 HJ. HASFIAH, S.Pd. SMA NEGERI 2 BANTAENG Bantaeng
78 Hj. NANIK RUQOIYAH, S.Pd SDN KOLURSARI I BANGIL Pasuruan
79 I Wayan Laba, S.Pd., M.Pd SMK Negeri 1 Kubu Karangasem Bali Karangasem
80 I Wayan Puja Astawa, M.Pd SMKN 1 Abang Karangasem
81 Ika Wulandari SMKN2 Wonosari Wonosari
82 IKHSANUDIN SMA NEGERI 1 MARGA TIGA Lampung Timur
83 IMAM INDRA GUNAWAN, S.Si. SMK NEGERI 1 PASURUAN JAWA TIMUR Kota Pasuruan
84 IMAM WAHYUDI, S.Pd, M.Pdi SMK NEGERI 1 NGLEGOK Kab Blitar
85 Imam Wahyudi, S.Si. SD YPPSB 1 Sangatta Kutai Timur
86 Ina Fatina Dewi SMP K Immanuel Pontianak Pontianak
87 INDAH EKO CAHYANI, S.Pd SMK N 1 SLAWI Kab. Tegal
88 Indah Kumala Smpn 1 Simpang Teritip Kabupaten Simpang Teritip
89 Indra Yunan Yunianto MAN Gombong Kab. Kebumen Kebumen
90 INNA NUR HIDAYAH SDN 2 TAMBAKAGUNG Kebumen
91 Irwan Rozanie, M.Pd SMPN 4 Amuntai Hulu Sungai Utara
92 Isdad Fuadi Sakbana, S.Si SMA 1 Paninggaran Pekalongan
93 ISNU WINARDI SMPN 3 TANGGUL JEMBER Jember
94 JAENUDIN SD GAGASCERIA Bandung
95 JAJAT SUNJAYA SMAN 7 KABUPATEN TANGERANG Tangerang
96 JASMOYO SMA NEGERI 1 GUBUG Grobogan
97 Joko Budoyo SMA Kristen Ketapang Jakarta Pusat
98 JUMAIN SMAN 1 CIKARANG UTARA Bekasi Kabupaten
99 KARMIATI SMPN2JATILAWANG Banyumas
100 Kartiyem Sman 1 Way Pengubuan Lampung Tengah
101 KEHI I. M. TH. TEFBANA, S.PD SMAN 1 AMANUBAN TIMUR Timor Tengah Selatan
102 Ketut Sutame SMK Negeri 3 Banjarmasin Kota Banjarmasin
103 KHAIRUDDIN,S.Pd SMPN 4 GERUNG Lombok Barat
104 KHOLIFATUR ROSYIDAH SMP NEGERI 3 SIDAYU GRESIK Gresik
105 Khusnul  Khotimah SMP N 2 Demak Demak
106 KRISNA HADI, S.Pd. SDN BURNO 02 Kab. Lumajang
107 KUKUH SANTOSO, S.Pd.I. Mtsn DLINGO Bantul
108 Kusmayasary Smk Negeri 2 Balikpapan Balikpapan
109 KUSTAMAN HADI SMK PGRI CISAAT KAB. SUKABUMI
110 LAILA WULANDARI, M.Pd SMPN 1 Magelang Kota Magelang
111 LILIK FIRDAYATI SMP NEGERI 3 METRO LAMPUNG METRO
112 M. AMIRI SMP NEGERI 1 WERINAMA SERAM BAGIAN TIMUR
113 M. ILHAM SMAN 1 Alu Polewali Mandar
114 M. Yus Efendi, S.Pd SMA NEGERI 2 BINJAI KOTA BINJAI
115 M.MAHRUS ALI SD IT UKHUWAH ISLAMIYAH SLEMAN
116 M.Safrudin SMAN 1 Klari Karawang
117 Maifa Reni, Spd SMAN 1 KARANG BAHAGIA Kabupaten Bekasi
118 MAMAN SETIAMAN SMP N 2 GABUSWETAN INDRAMAYU
119 MAMMI KADIR, S.Pd, M.Mpd SMP NEGERI 3 ARSO Keerom
120 MANSUR,S.Pd SMP NEG. 2 PANGSID SIDENRENG RAPPANG
121 Mariani, S.Pd SMA Negeri 5 Banjarmasin Kota Banjarmasin
122 MARTINI SMPN 4 TELLU SIATTINGE Bone
123 Maziyaturrahmah SMA Negeri 3 Kisaran Asahan
124 MIFTAHUDIN,S.Pd.,M.Si. SMP NEGERI 10 SEMARANG KOTA SEMARANG
125 Minarto,S.Pd.,MT SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi
126 MOCH. FATKOER ROHMAN SMAN 1 TANJUNG Lombok Utara
127 Moh Rahmat SMA NEGERI 1 CIWARU Kuningan
128 Moh.Hariyadi, S.Si SMA Tunas Luhur Paiton Probolinggo
129 MOKHAMAD SUBAKRI, S.Pd. SDN JAMBEKUMBU 01 LUMAJANG
130 Muhamad Irfan Sholeh SDN SAYUNG 1 DEMAK
131 Muhamad Rif’an, S.Pd. SMP Islam Pekalongan Kota Pekalongan
132 Muhammad Syarif, S.Pd, M.Pd. SMAN 1 Marioriwawo Soppeng
133 Muhammad Yusuf, S.Pd. SMP NEGERI 1 BOLO KABUPATEN BIMA
134 Musthafa Lutfi SMA N1 Katapang Kab. Bandung
135 Musyafa MA Al-Azhar Banjar
136 Ngurah Putu Wiswayana, S.Pd., M.Pd. SMA Negeri 1 Singaraja Buleleng
137 Noviarni SMA Muhammadiyah 3 Padang Padang
138 NUR AINI SMK NEGERI 3 PAYAKUMBUH PAYAKUMBUH
139 Nur Aini Indah Hermianty UPT SMKN 1 Pasuruan Kota Pasuruan
140 NUR ANISAH, S.Pd SDN KOLURSARI I BANGIL Pasuruan
141 NUR KHOTIMAH, S.Pd. SD Negeri 2 Kotosari Kebumen
142 Nur Sri Widyastuti SD N Tahunan Yogyakarta
143 NURHADI, S.Pd SMPN 6 BOJONEGORO BOJONEGORO
144 NURKADI, S.Pd.SD. SD N 02 Krasak PEKALONGAN
145 NURKHAKIM, S.Pd. SD Negeri Tegalwangi 01 Kec. Talang Kab. Tegal Tegal
146 NURSYAMSI, M.Pd. SMAN 1 Losari, Cirebon Cirebon
147 Nurul Hidayah,S.Pd.SD SDN 008 Malinau Kota Malinau
148 OTILINA GULO SDN. NO. 067090 KOTA MEDAN
149 PANJI AMBORO,S.Pd,M.Pd SD NEGERI LUMUTAN 1 BONDOWOSO
150 Penni Ratnawati, S.Pd. SMK N 1 Temanggung Temanggung
151 Priasti Rosliana SMPN 3 Lakbok Ciamis
152 PRIO WIBOWO, S.Pd SDN 2 TANGGERAN, SOMAGEDE BANYUMAS
153 PRIYANTO SETYO PAMBUDI, S.Pd.SD SD NEGERI 5 GUMELEM WETAN UPT KECAMATAN SUSUKAN BANJARNEGARA
154 Purnawanto SMP Negeri 1 Tebing Tinggi Tebing Tinggi
155 Purnomo, S.Pd SMP Negeri 1 Banjarnegara Banjarnegara
156 Ratna Natalia Mendrofa SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli Gunungsitoli
157 RENI YOSEFA SMAN 8 KOTA BEKASI KOTA  BEKASI
158 Rika Kurniatini, S. Pd MAN Pulomerak Cilegon
159 Rina Muharti SMP N 1 Kedungbanteng Banyumas
160 RINAWATI,M.Pd SMP Negeri 1 Pleret, Bantul , DIY Bantul
161 Riza Wisriani SMPN 2 Padang Kota Padang
162 RIZKY ADITYA NUGRAHA, S.Pd SMK NEGERI 4 MALANG MALANG
163 Rosid Tamami Mtsn Glenmore Banyuwangi
164 Rosyid Eko Priyono, S.Pd.M.Pd Mts Negeri Boyolali Boyolali
165 Ruchani MIN Kecandran Salatiga Kota Salatiga
166 Saefudin Zuchri SMP Negeri 1 Batujajar Kab. Bandung Barat
167 Safrudin Fajar Nugroho SMP Negeri 2 Purworejo Purworejo
168 SAHARUDDIN, S. Pd, M. Pd SMP NEGERI 3 WATANSOPPENG WATANSOPPENG
169 SAMARUDDIN SMAN 1 MARIORIWAWO SOPPENG
170 Samen Sasono, S.Pd SMA Negeri 1 Nganjuk Kab. Nganjuk
171 SAPTONO, S.Pd, M.Pd SMP NEGERI 2 SUGIO Lamongan
172 SETO EKO PURWANTO, S.Si SMK NEGERI 1 PURBALINGGA PURBALINGGA
173 Silvana Yanuarti, S.Si. SMK Negeri 2 Pasuruan Kota Pasuruan
174 SITI KHARIROKH SDN 2 TAMBAKAGUNG KEBUMEN
175 Siti Munawaroh,S.Pd.Si SMK N 1 Tanjungsari Gunungkidul
176 Slamet Budiarto SMAN 2 Cikarang Utara Kabupaten  Bekasi
177 Slamet Hariyadi SMP N 1 TENGGARANG Bondowoso
178 Slamet Sugianto,S.Pd SMP Negeri 2 Bangsalsari Jember
179 SUBAKIR, S.PD. SMK NEGERI JATIPURO KAB. KARANGANYAR Karanganyar
180 Sudadi SMP Negeri 1 Gending. Kabupaten Probolinggo Kabupaten Probolinggo
181 Sudarmono, S.Si SMP Negeri 14 Batam Kota Batam
182 SUDARMOYO SMAN 2 KUNINGAN Kuningan
183 Sudi Priyambodo Sekolah Indonesia Singapura Singapore
184 Sudiarto, S.Pd, M.Pd SMKN 1 Sukorambi, Jember Jember
185 SUGANDA SMP N 2 BILAH HULU LABUHANBATU Labuhanbatu
186 SUGIARTO SMP NEGERI 1 KRAKSAAN Probolinggo
187 SUHAERIYANTO SDN TREBUNGAN Bondowoso
188 Suharjono SMA N 3 Unggul Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara Kaltim Kutai Kartanegar
189 Sujono, S.Pd.SD SD Negeri 04 Sidomulyo Kab. Pekalongan
190 Sulaeman SMKN 2 Sumbawa Besar Sumbawa Besar
191 SULUSIANAH, S.Pd SMK NEGERI 1 KLABANG Bondowoso
192 SUNARYO DWIKORANTO S.Pd Sma Negeri 1 Talangpadang Tanggamus
193 SUPARDI, S.Pd. SMPN 2 Randuagung Lumajang
194 Suprapto SD Labsschool Kaizen Bogor
195 Surahman, S.Pd., MMPd SMA Terpadu Baiturrahman Ciparay Bandung
196 Suratno SMAN 1 Kaliwungu Kendal
197 Suryo Hanjono, S.Pd SD N 02 Selokaton Kab. Karanganyar
198 SUSILAWATI PRIHADWIYANI,S.Si.,M.Pd. SMP NEGERI 3 PURWODADI Grobogan
199 Sutarno SMK N 1 Miri Sragen Sragen
200 SYAFRIANTO, S.Si SMA MUCHTAR ISLAMIC SCHOOL Payakumbuh
201 Syahlan,S.Pd SMP Negeri 6 Kisaran Asahan
202 Syaifullah SMK Negeri 6 Surabaya Surabaya
203 Syakir, S.Pd, M.Pd SMP Negeri 7 Bulukumba Bulukumba
204 Tata Suharta SMAN 1 SOBANG Lebak
205 Tato Sugianto SMK Negeri 2 Purwokerto Banyumas
206 Tejo Baskoro, S.Pd SMA 1 SRAGI Pekalongan
207 Tias Siwi Novitalia SMA N 1 KARANGKOBAR Banjarnegara
208 Triana Hardiningsih SMA N 1 KRADENAN Grobogan
209 Tsulistianta Subhan Aziz, S.Pd.T SMK MUHAMMADIYAH WONOSARI Gunungkidul
210 Umar Tholib,S.Pd SDN TEGALBANGSRI 01 Lumajang
211 Uyung Widi Rahayuningsih,S.Pd.M.Pd SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo Sukoharjo
212 Vic Nanang Winarko SMPN 1 SELUPU REJANG Rejang Lebong
213 Vira Afriati Sma Negeri 13 Medan Medan
214 Wahyu Heri S, S.Pd. SMP N 3 Pasarkemis Tangerang Tangerang
215 Wahyudi SMP NEGERI 2 KARANGKOBAR BANJARNEGARA Banjarnegara
216 Wartam, S.Pd SMP NEGERI 4 MAJENANG Cilacap
217 Widarso Pujianto Eko Putro SMP Negeri 1 Sukosari Bondowoso Bondowoso
218 Wisaksono SMPN 2 KASEMBON Malang
219 Y.Basukiswanto C, S.P. SDN 004 MELAK ULU Kutai Barat
220 Yuli Astuti,S.Pd SMKN 1 NARMADA Lombok Barat
221 Yuni Puji Hastuti,S.Pd SMP Negeri 226 Jakarta Jakarta Selatan
222 Yusni Haujar SMP Terpadu Bustanul Ulum Bener Meriah
223 Yusti R, S.Pd.Sd SDN KOLURSARI I BANGIL Pasuruan
224 Yustinus, M.Pd SD N Tegalrejo 04 Salatiga Salatiga
225 Zainul Hurmain, S.Si SMAN 1 JEREWEH Sumbawa Barat 

Kami informasikan bahwa Bimtek Online Geogebra angkatan ke-3 akan dimulai pada tanggal 19 Desember 2012 s.d. 2 Januari 2013 melalui situs bimtekonline.p4tkmatematika.org. Pretest akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2012 jam 13.00 – 21.00 WIB.
Kepada Bapak ibu calon peserta diharap mengecek email masing-masing untuk informasi username dan password serta informasi-informasi lainnya. Selamat mengikuti ..